Kediaman Dr. J. Leimena di Jln. Teuku Umar No. 36 Jakarta menjadi saksi bisu momentum lahirnya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia di Negara ini, tanggal 9 Februari 1950 menjadi tanggal yang sakral atas kehadiran organisasi kemahasiswaan ini. Berdiri atas dua proklamasi, Proklamasi terhadap kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan injil-Nya, yaitu Injil kehidupan, kematian dan kebaktian, itulah yang kemudian menjadi ciri khas GMKI dalam menjaga ritme pergerakannya.
Hari ini, selasa 9 Februari 2021 alarm mengingatkan kembali bahwa GMKI sudah mencapai usia yang ke 71 tahun, seluruh insan yang pernah dibasuh kakinya (kukuhkan) merasakan debaran cinta tersendiri dari dalam dada yang sulit untuk diucapkan. Bukan kader GMKI jikalau pada tanggal 9 Februari, lalu merasakan hal seperti biasa-biasa saja.
71 tahun bukanlah usia yang muda, sepanjang perjalanannya selalu diwarnai oleh berbagai problematika, baik problem yang berasal dari Negara, Gereja dan Masyarakat, kader GMKI yang telah dibekali dengan Iman, Ilmu dan Pengabdian tentu mampuh melewati problem yang dihadapinya meskipun kadang dalam keadaan tertatih.
Kader GMKI yang tersebar diseluruh penjuru Kota di Negeri ini, secara serentak merefleksikan kembali eksistensi GMKI di masing-masing cabang dengan caranya tersendiri, tentunya di tiga medan Pelayanan yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Cabang Ternate misalnya, pada tanggal 8 februari 2021 pukul 23:59 WIT di Student Center GMKI Ternate, Badan Pengurus Cabang Masa Bakti 2019-2021 melaksanakan “Renungan dan Refleksi” atas bertambahnya usia GMKI.
Hadir pada kesempatan ini, koordinator wilayah XV GMKI Maluku Utara PP Masa Bakti 2018-2020, Jeplin G. Maitimu, Ketua Cabang GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021, Tiwong Peo, Bendahara Cabang GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021, Isty Pusung, Kabid PP GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021, Melina Limpong, Kabid Infokom GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021, Jufri Bayar, Sekfung Or GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021, Ramses Kareng, Kekom Unkhair II Masa Bakti 2020-2021, Sandy Tjola, Kekom Unkhair I Masa Bakti 2019-2020, Arit Sonoto, Sekom Unkhair II Masa Bakti 2019-2020, Divinika Pusung, Sekom Unkhair II Masa Bakti 2020-2021, Daniel Batulu, dan Dep, Akspel Komisariat Kota Masa Bakti 2019-2020, Erik Cino.
Refleksi Dari Ketua Cabang, Tiwong Peo
Malam Perenungan dan Refleksi 71 tahun GMKI adalah cerita kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus sang kepala gerakan yang selalu menyertai setiap perjalanan panjang GMKI, tentunya dalam perjalanan sebuah organisasi, ada begitu banyak dinamika yang selalu berjalan beriringan. Dalam momentum yang bersejarah ini, tidak hanya sebatas kita bersyukur saja tetapi rasa syukur itu mesti diperjuangkan menentukan keadilan dan terus berjuang untuk perdamaian, sebab gerakan kita Tuhan lah yang serta, pada-Nya kita berbakti maka dari itu kita mesti tetaplah setia dan kesetiaannya itu menegaskan bahwa kita semua harus lebih sungguh-sungguh untuk melayani.
BPC GMKI Ternate Masa Bakti 2019-2021 dalam perjalanannya diakhir Masa Bakti ini ada begitu banyak yang sedang dan yang akan dilakukan. Sebagai komitmen bersama disisa waktu beberapa bulan ini dalam mengakhiri tugas dan tanggungjawab sebagai komitmen bersama menuntaskan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh BPC Masa Bakti 2019-2021.
Dengan harapan kepada seluruh civitas GMKI Cabang Ternate untuk terus menopang dan mendoakan kegiatan implementasi PDSPK Level I dan II yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan sebagai bagian dari budaya organisasi kita untuk merawat pengkaderan menjadi orang-orang yang berjiwa pemimpin yang memiliki visi besar dihari depan. Akhirnya Selamat Dies Natalis ke 71 tahun GMKI, Tetaplah menjadi Pusat Sekolah Latihan, UOUS.
Refleksi Dari Koordinator Wilayah XV GMKI Maluku Utara, Jeplin G. Maitimu
Refleksi dan evaluasi menjadi bagian penting dalam mensyukuri kasih dan penyertaan Tuhan bagi perjalanan panjang organisasi yang biasa disebut sebagai sekolah latihan. Renungan tidak semata-mata dilakukan untuk mengingat setiap tapakan, tapi lebih pada belajar untuk menjadi pembelajar. Penilaian diberikan untuk menegaskan kualitas dan kualifikasi atas eksistensi organisasi. Pendalaman akan dua hal ini memperkuat kita dalam menata tapakan-tapakan berikutnya, memberikan kesempatan bagi kita memperbaharui pola dan pendekatan, menuntun pada kebaharuan yang berakar dan pada waktunya akan memberikan buah yang baik. Ini menjadi penting untuk dimengerti dengan cara yang sederhana sehingga dapat membentuk pemahaman yang menyeluruh, jika falsafah terlalu eksklusif untuk disematkan sebagai keanggunan dari refleksi dan evaluasi. Pemahaman merupakan pijakan untuk berjalan, apalagi ketika perjalanan tersebut melibatkan banyak kepala. Selanjutnya, pemahaman yang komprehensif mendorong pada proses perencanaan yang baik dan implementasi yang terukur yang pada akhirnya menuntun pada sebuah siklus yang teratur dan terbuka untuk diperbaharui sesuai dengan konteks dan tantangan yang ada.
Setelah semua yang hadir telah mencurahkan refleksinya, Malam Renungan dan Refleksi ditutup dengan Doa kepada Tuhan oleh Jeplin G. Maitimu. (JB)