Kali kedua Demisioner ketua komisariat UMMU, Bung Reki Tomangoko berbagi buku cerita kepada anak-anak di desa Podol, Kecamatan Ibu Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat. Yang berlangsung seusai perayaan pra natal pemuda jemaat Ebenhaezer Podol (23/12/2020).
Dalam kesempatan yang baik itu, Ia berhasil menjadikan perayaan pra natal menjadi moment yang sangat spesial, terutama dimata para undangan dan anak-anak yang hadir, betapa tidak mereka yang tadinya tidak menduga kalau akan mendapatkan hadiah diwaktu yang spesial itu, ternyata diberikan hadiah oleh beliau.
Pada kesempatan itu pula, Ia diberi waktu untuk menyampaikan sambutannya, Ia mengatakan bahwa, pembagian buku yang Saya lakukan hari ini sudah kedua kalinya di Desa yang berbeda-beda, sebelumnya pembagian buku ini dilakukan di tiga Desa, yakni Desa Tacici, Tuguis, dan Soangaji. Dan pada saat ini di Desa Podol, pembagian buku ini sebagai tanda ungkapan sukacita natal kepada sesama umat, tuturnya.
Ia menambahkan pula bahwa, makna natal ialah bahwa Allah adalah sumber kasih dan berkat kasihnya kita dapat berbagi dalam hal ini bukanlah menjadi satu kelebihan. Tetapi makna Natal haruslah kita implementasikan dengan sebaik-baiknya, agar supaya kita boleh menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Mungkin apa yang Saya lakukan saat ini adalah satu diantara berbagai macam makna natal yang harus disalurkan kepada sesama umat.
Pesan yang dapat diambil dari kegiatan yang Saya lakukan hari ini adalah, sebagai orang tua saudara/i haruslah tetap mendorong anak-anak kita untuk belajar dan lebih daripada itu harus mengenyam pendidikan formal, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi. Kita harus benar-benar menaruh perhatian kepada dunia pendidikan, sebab pendidikan merupakan instrumen awal dalam mempersiapkan generasi emas Bangsa.
Gereja adalah spektrum atau poros Sumber Daya Manusia unggul yang tercipta dalam ruang-ruang literasi anak Sekolah Minggu, Remaja, dan Pemuda. Oleh sebab itu Gereja juga perlu menaruh perhatian yang serius untuk menyediakan SDM yang kedepannya mampuh menghadapi berbagai macam permasalahan sosial, ekonomi, politik, budaya, kesehatan, dan pendidikan. Di era sekarang ini kita harus berbondong-bondong mengejar pendidikan karena esensi dari pada pendidikan ialah menjadikan manusia menjadi manusia yang paripurna (Ki. Hajar Dewantara). Maka ini adalah saatnya bagaimana kita harus menyamai bibit unggul yang berakar dengan iman, bertumbuh dengan ilmu, dan berbuah dengan pengabdian terhadap Gereja, Bangsa dan Negara, Tutupnya.
