TERNATE. 07 September 2020, Bertempat di Gereja GMIH Eben Haezer Ternate, GMKI Cabang Ternate Menggelar Ibadah Syukur Bersama dengan Pemuda GMIH Eben Haezer Ternate dalam rangka memperingati Dies Natalis GMKI Cabang Ternate ke 38 tahun.
Turut hadir dalam kesempatan ini KADISPORA Kota Ternate, Sutopo Abdullah, Senior members/friends GMKI, Ketua PII Maluku Utara, Pengurus KNPI Kota Ternate, Ketua DPC GAMKI Kota Ternate, Pengurus PII Kota Ternate, Pengurus DPC GMNI Ternate, Ketua Pemuda Oikumene Kota Ternate dan Ketua Pemuda GMIH Eben Haezer Ternate serta seluruh kader GMKI Cabang Ternate.
Sutopo Abdullah mewakili Pemerintah Kota dalam sambutannya mengapresiasi GMKI Cabang Ternate karena telah mencoba membangun hubungan baik antar sesama OKP yang ada di Kota Ternate dan juga telah memposisikan diri sebagai organisasi gerakan yang terus mengawal proses penyelenggaraan pemerintahan di Kota Ternate. Sejak berdirinya GMKI Cabang Ternate, tentunya sudah banyak sekali kontribusi yang diberikan untuk perbaikan Kota ini, oleh karenanya GMKI harus tetap menjaga ritmenya, agar tetap berada pada koridor organisasi.
Senada dengan itu, Arnold N Musa, S.H,. MH selaku senior GMKI dalam sambutannya, menceritakan perjalanan singkat selama Ia dan rekan-rekannya memimpin GMKI Cabang Ternate. Dinamika organisasi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian perjalanan setiap organisasi, GMKI Cabang Ternate misalkan, ada banyak pergumulan yang dihadapi gerakan ini, namun atas penyertaan Sang Kepala Gerakan dan spirit pergerakan yang terus dijaga oleh kader-kader pada saat itu, sehingga GMKI Cabang Ternate mampuh bertahan dan melewati itu semua, pungkasnya.
Ketua GMKI Cabang Ternate, bung Tiwong Peo mengungkapkan syukur dengan bertambahnya usia ke 38 tahun GMKI Cabang Ternate, yang terus tumbuh dan berkembang secara dinamis sejak tahun 1982 di bawa kepemimpinan Senior Peter Matahelumual hingga saat ini, GMKI memiliki tantangan tersendiri dalam merawat dan memupuk gerakan.
Dalam momentum di usia 38 tahun GMKI Cabang Ternate, terus berkarya di tiga medan pelayanan menunjukan bahwa Tuhan Yesus sang kepala gerakan menyertai rumah belajar ini sehingga dapat bertahan di tengah tantangan dan kondisi sosial di Maluku Utara bahkan Kota Ternate. Olehnya itu, menjadi penting untuk memaknai eksistensi GMKI Cabang Ternate melalui setiap fase yang sudah kita lewati bersama, dan yang nanti akan kita tuju. 38 tahun merupakan fase menuju kepada kematangan berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, setiap kita yang belajar di rumah bersama ini hendaknya dapat memahami konstruksi matang berpikir dan bertindak.
Dalam kondisi pandemi covid 19 ini, kita di perhadapkan dengan sebuah tantangan yang tentunya secara internal, kita harus bersiap untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian kecil untuk menjembatani terlaksananya aktivitas organisasi. Selain itu pula, kita juga harus bergerak bersama dengan lingkungan sekitar untuk merespon era ini.
Kesemuaannya ini merupakan tantangan kita di era digitalisasi yang semakin mendapat porsi di kehidupan kita. Namun, selalu ada peluang di tengah tantangan. Peluang adalah tempat belajar kita berisikan mahkluk hidup yang produktif, sama seperti usia GMKI saat ini. Olehnya itu, inovasi gerak dan kreatifitas mengelola peluang merupakan cara kita untuk tetap dapat memainkan dinamika yang ada, tutupnya. (JB)



